Selasa, 14 Januari 2020

Selalu ada cerita disetiap kunjungan Encim Tuteh di Mbay

 
Sebenernya saya bingung mau menulis apa yahh tentang roadshow unflor yang diadakan di kota kelahiran ku kota Mbay. 

Ketika karib Blogger saya yang doyannya Traveling yang sudah hampir menjelajahi  nusantara Indonesia dengan ribuan tulisan kecenya memberitahu bahwa ia  akan kembali mendatangi kota mbay Nagekeo. Nagekeo terbilang kabupaten yang ada di pulau Flores yang sering ia kunjungi. Entah apa yang menarik dari Nagekeo sehingga membuat si encim Tuteh rasanya ingin, ingin dan selalu ingin berkunjung ke Nagekeo. Dalam hati saya berpikir  wahh jangan sampai  ada yang sempat membentur kejiwaanya. Saya sempat berencana untuk membawanya ke mbah dukun ehh si encim nya ngamuk nanti. Xixixixixix 

Pertama kali ketika mendapat informasi bahwa universitas Flores akan mengadakan roadshow di kota mbay, tentu  saya senang mendengar kabar tersebut. Informasi tersebut saya peroleh pertama kali bukan dari encim tuteh melainkan kak Suaib salah satu karyawan Universitas Fores yang dulunya sempat menjadi penggemar misterius aku.  Tapi sekarang kak suaib sudah menikah gaes. Noted. 

Seminggu sebelum panitia roadshow unflor goes to mbay Karib Blogger saya  si yellow lovers alias tuteh pharmantara membagikan panflet unflor roadshow agar saya meneruskan ke beberapa group WhatsApp sehingga banyak partisipan yang menghadiri acara roadshow di lapangan berdikari nanti. Selain menjadi pegiat blog, youtube, dan media lainnya si encim biasa disapa akrabnya juga sebagai salah satu pegawai di universitas Flores Ende di bagian pendokumentasian. Setiap kegiatan yang berkaitan dengan kampus unflor si encim ini selalu saja ada. Dirinya seakan tak pernah absen dari setiap kegiatan. Yahh jelas karena si encim tugasnya meliput semua kegiatan kemahasiswaan. Nah tepat di hari Kamis, 09 Januari 2020 encim tiba di mbay. Tapi ketika encim tiba di rumah  diriku sedang tidak berada di rumah, sehingga saya meminta encim untuk menunggu. Dengan berat hati encim tetap menunggu kedatangan diriku ke rumah dengan menikmati mie ayam pangsit dekat  jembatan parit Konstruksi Mbay 1. Kata encim mie ayam disitu maknyos nya pingin kawin ehh pingin nambah .... πŸ˜†



setelah magrib saya dan mama baru tiba di rumah. Saya segera memberitahu encim bahwa saya sudah tiba di rumah. Seketika membaca pesan WhatsApp saya, sekita itu juga encim tancap gas menuju rumah saya. ngreeng...ngeeeng.... saya sudah menduga bahwa bunyi motor tersebut adalah encim. saya memang cukup hafal dengan bunyi suara motor encim. ohh ternyata betul.setiap perjumpaan kami dimana pun kami berada kehebohan akan selalu diterapkan kalau peretemuan tidak diawali dengan kehebohan berarti itu bukan Tuteh dan Novy.

enciiiimmmmm........ sahutku. lalu dibalas encim, noooopiiiiiiiiiii....... terlebih dahulu kami berpelukan manja ribut-ributan diteras rumah. ternyata encim tidak sendirian melainkan bersma seorang lelakiyang ternayata saya juga mengenal sosok luar dalam dari si lelaki ini. hahaha ia sosok luar dalamnya. kalau sosok luarnya itu namanaya Kaharudin. ia juga merupakan pegawai tetap universitas flores, dulu kami sering saling guyon ketika saya masih menjadi siswa universitas flores.
kedatangan mereka, mama lagsung menyeuguhkan dengan secangkir kopi khusus buat pak kahar sedangkan encim malah tak mau merepotkan saya dan mama karena setiap perjalanan encim selalu memiliki persediaan. andalan minumanya kopi + susu always ready. sambil menikmati hidangan kopi buatan mama, ka kahar mulai mengisahkan kenangan masa kecilnya dulu selama masih sekolah di mbay. cerita masa kecil sampai membuat encim terheran-heran, ketika ka kahar mulai mengisahkan menu andalan sebelum berangkat sekolah yaitu teh panas atau kopi panas lalu dicampur dengan nasi. kala itu kopi dan teh menjadi lauk pelengkap nasi yang super maknyos di lidah kami. encim masih terheran-heran, lalu encim mulai menyanggah dari cerita saya dan kak kahar yang seolah ingin dan rindu kembali di jaman  itu. seketika bercerita, tiba-tiba encim mendapat pesan wa bahwa panitia roadshow unflor sudah tiba di mbay, namun sebagiannya belum memiliki tempat penginapan. saya pun lagsung mengajak sebagian dari mereka untuk menginap di rumah saja. mereka-mereka yang menginap di rumah ternyata tidak asing buat saya. iya karena mereka bukan orang asing melainkan orang ende yang bekerja menjadi karyawan di kampus uniflor. seketika melihat saya, oohh ini adeeee yaaaangggg.... bla...blaaa... masih mikir panjang si om nya. iya om saya alumni unflor. ayooo kita ke rumah.  ada om evan, si bodyguard unflor yang postur tubuhnya sekilas bagaikan preman tanah abang tetapi orangnya baik pake ngriii ditambah om evan juga jago memasak. kata encim sih. om evan ini memang  tak pernah absen disetiap kegiatan kampus. dulu om evan pernah menjadi keamanan di acara pengabdian di Desa waekokak kalau saya tidak salah tiga tahun yang lalu. selain om evan, ada juga om Willy, om Marten dan Sotter. semuanya saya panggil om karena memang mereka sudah layak dipanggil om terkecuali Sotter yang masih tergolong anak muda. 

Menepati Janji mengajak Encim ke spot yang sudah saya ceritakan sebelumnya. 
sebelum menemani encim ke rumah pohon dan hutan bakau kami terlebih dahulu memasak buat teman-teman yang menginap di rumah. pagi-pagi kami sudah ke pasar mulai belanja kebutuhan yang akan dimasak nanti. namun dari semua belanjaan, hanya sayur dan terung yang tidak saya belanja di pasar. kenapa, kalau di mbay, jika kita ingin beli sayur maka sebaiknya lagsung ke kebun petani sayur. dikebun kita masih terima sebagai tangan pertama dan pastinya sayur meskipun hanya 5k/10k sudah seperti sayur belanjaan 100k.  




Kamis, 09 Januari 2020

Dolly yang dulu beda dengan yang sekarang


Dolly yang dulu beda yang sekarang 




Eh, Kalian pernah dengar kan nama tempat yang bernama Dolly ? Apa yang rerbesit dalam benak kalian ketika mendengar nama tempat ini ? Hayoooo hayoooo.... 

Jangan salah dulu gaes, Dolly yang dulunya terkenal  sebagi tempat prostitusi terbesar di kota Surabaya ternyata sekarang sudah jauh berbeda dari sebelumnya.  Loh kok jauh berbeda dari sebelumnya?

Betul banget, jadi waktu itu  (1/des/19)   diriku dan teman-teman Blogger Persamuhan Nasional Surabaya Main-main ke kampung Dolly bareng si influencer kampung Dolly yang sebelumnya sudah pernah kita berjumpa di acara Persamuhan Nasional di Anyer pekan lalu, Mas dhana Adi dan Mas Lutfi.

Ketika mengetahui keberadaan kami di Surabaya mas Dhana Adi langsung menjumpai kami di tempat kegiatan Sangri-La Hotel, lalu mengajak kami berkunjung ke kampung Dolly yang ternyata sekarang sudah direklamasi oleh pemkot Surabaya.

 Kunjungan kami pertama waktu itu ke salah satu tempat UKM Creatif  Dolly .
Sambil mengamati suasana perkampungan dengan gang  sempit nan padat,  ohh Dolly toh ini... pantasan saya selalu mendengar atau membaca cerita kalau Dolly itu sebuah perkampungan padat yang terdiri dari beberapa gang.

Sambil menyimak penjelasan oleh mas lutfi yang kebetulan influencer ukm kampung Dolly, cah lutfi bercerita kalau Dolly ini sudah mengalami perubahan signifikan, Yang awalnya tempat ini sebagai tempat prostitusi tapi kini sudah benar-benar 100% perubahannya. Setelah  adanya tindakan walikota Surabaya bu Rismayanti  menutup pada 2014 silam tempat prostitusi yang terkenal gemerlap dunia malamnya  kini benar-benar disulap menjadi tempat perkembangan nya UMKM  (usaha mikro kecil dan menengah).
Menurut cerita mas lutfi bahwa  ada sebagian besar masyarakat ex lokalisasi  kini sudah kembali ke jalan yang benar, mereka telah terlibat dalam UMKM bahkan mereka melakukan perjanjian hitam diatas putih bahwa mereka tidak akan kembali ke pekerjaan sebelumnya meskipun nanti masa jabatan bu Rismayanti usai.

Selain tempat UMKM, ada yang membuat saya takjub dari cerita gang Dolly ini. Ternyata 

rumah ex lokalisasi ada yang sudah jadi tempat  pengajian anak-anak dan pesantren. Pada sore hari anak-anak ramai bermain di sekitaran gang, terlihat juga para pegiat jualan makanan ringan di sekitaran gang.

meskipun perubahan belum secara signifikan  masih ada sebagian yang masih menekuni pekerjaan sebagai psk secara diam-diam, hal itu menurut cah lutfi memang tidak mudah mengubah Dolly  secara menyeluruh karena mengingat gang Dolly ini berdirinya sudah cukup lama sehingga butuh proses perlahan-lahan untuk menuju perubahan.

 setiap sudut gang dijelaskan secara detail oleh cah lutfi dan beliau tak pernah lelah menjawab pertanyaan dari para Bloggers. 


Nah itu cerita singkat pengelaman jalan-jalan ke Dolly.... 

Semoga bermanfaat. 😊





#MolasMbay



 

Minggu, 22 Desember 2019

Hal-hal konyol yang perlu kamu ingat selama Persamuhan Nasional di Surabaya

Kadang-kadang hal-hal yang dianggap konyol yang terjadi  bisa menjadi memori indah yang kadang suatu waktu diingat kembali mendadak gila sendiri. yah saya emang suka tertawa sendiri tapi bukan karena gila sihh yah karena mengingat kembali momen-momen lucu yang pernah dialami apalagi kejadian yang dialami adalah kejdian rame-rame bareng teman. waddduuhh tu ngakaknya bisa-bisa atap loteng rumah bocor. kejadian konyol seperti hal nya yag saya alami bersma teman-teman persamuhan di surabaya pekan lalu. berikut ne yyahh....

1. Kesasar hotel

Buruan buruan Bus menuju hotel Fairfield By Mariot sudah menunggu. Waktu itu aku diarahkan sama mbak Ira koordinator  Blogger yang baik hati, kalem and  terkenal sabar dan nurut permintaan para  anak" Blogger .... setelah pembagian kamar ternyata sebagian anak-anak blogger harus dipisahkan penginapan berhubung sebagian kamar di Sangri-La Hotel  terpakai.

Bus panjang sudah ready.
Ada beberapa peserta guru sejarah yg satu bus bersama kami. Sebetulnya jarak dari sangri-la hotel menuju fairfield tidak begitu jauh hanya berjarak 60 meter. Sekalipun dekat kami tetap diantar menggunakan bus...

Ada mbak rere yg kebetulan duduk disamping ku. Lalu tak lama kemudian konduktor bus menanyakan, ini mau diantar kemana yah, aku langsung spontan menjawab fairfield by mariot pak, bapak yang disebelah saya pun menyambung dari apa yang saya jawab, iyaaa di Mariot kita pak..
Iya kan mbak di Mariot, tanya salah satu guru asal Gorontalo ohh iyaaa betul pak mariot mariot...
Tibalah di hotel JW mariot semua bergegas turun. Kata salah satu bapak, ahh sudah sampai kita. Seperti hotel kelas pada umumnya sebelum masuk harus ada pemeriksaan terlebih dahulu. Satu persatu mulai masuk .Karyawati hotel yang kebetulan berada di enterance door hotel menyambut kami dengan ramah. kebetulan kunci kamar hotel sudah dibagikan oleh panitia pada saat cek in di Sangri-La hotel. karyawan


2. Goyangan refleks by hanum

Hihihihi... maaf num,  goyangan refleks kamu itu seolah melekat dalam ingatanku. Bayangin kembali betapa ngakak nya mas yudi  yang tertangkap pandangan saat itu lalu diikuti aku yg berada persis disebelah kursi dudukmu dan kamu secara spontan berdiri melenggok pinggang mu dan kamu pun sadar terlungkup di bawah meja, andaikan waktu itu sempat di record mugkin moment itu akan jadi kenangan abadi yang perlu di rayakan lagi... Hihihihi nagkak saya terguling-guling num...

3. Musibah yang dialami Mas MT dan Mbak Roma.



Emm sebetulnya kejadian yang menimpa mas MT dan mbak roma bukanlah kategori  kejadian konyol. Apalagi berkaitan dengan nyawa seseorang merupakan hal yang bukan main-main. ketika mengetahui bahwa mas MT dan Mbk Roma yang baru saja tiba di kota Surabaya harus mengalami kecelakaan dalamperjalan menuju Hotel. duhh semoga meeka baik-baik saja. sebagian teman-teman  tidak ikut mdenemui mas MT dan Mbak Roma yang sudah dilarikan ke rumah sakit Bayangkara Srabaya karena mugkin masih lelah. aku yang waktu itu turut ibah mendengar kejadian yang menimpa kedua temanku lagsung menyusul bersama mbak yuni, Rian dan Bimo menggunakan kendaraan hotel. sesampai di rumah sakit kami harus menyaksikan keadaan pelipis mbak roma yang bertetesan darah. aku berupaya memberikan kekuatan untuk mbak roma begitupun juga mbak yuni. lalu akupun menuju ke ruangan sebelah tempat mas MT di rawat. keadaan mas MT juga turut prihatin harus menahan kesakitan benturan didadanya. aku berupaya menanyakan kronologi kejadian kecelakaan. dengan menahan kesakitan mas MT pun berupaya menceritakan kecelkaan tersebut.

untugnya kejadian yang menimpa kedua temanku ini ditangani baik oleh pihak medis dan pihak penanggung jawab kecelakaan.

sesempatnya pada saat perjalanan pulang tepat pukul dua pagi. kami menyempatkan waktu berfoto di salah satu icon patung ciri khas kota surabaya mbak roma yang baru megalami kecelakan pun ikut berswafoto bersama kami seolah tak mengalami apa-apa. heheh salut deh mbak roma.πŸ’—

tu lihat mbak romanya meskipun diperban pelipisnya ia tetap tersenyum. cheeeerrrrrss
(Bimo, Novy. Rian, Mbak Yuni, Mbak Roma)


kece badai deh mbak roma... xixiiixixi


Selasa, 17 Desember 2019

FESTIVAL SEAFOOD BUAT KITA DUDUK BERCERITA"

Festival yg berlangsung pada 14-20 juni  di desa Nangadhero kecamatan aeses kab.Nagekeo ini menawarkan berbagai macam aneka makanan laut. Dan di festival ini siapa saja bisa mendaftar untuk membuka stand dengan berbagai macam aneka minuman dan makanan seafood...

Saya adalah salah satu diantara peserta festival seafood yang mendaftar  dalam pengambilan stand ( ... kebetulan di stand yang saya punya menawarkan berbagai macam seafood yang diolah sedemikian rupa yang pasti bakalan memanjakan lidah para costomer.. hehe

Sebagai pemilik stand saya berupaya menawarkan berbagai macam menu baik itu melalui socmed maupun secara lagsung kepada para pengunjung festival seafood... Bertepatan dimalam pembukaan festival seafood, tanpa ada rasa malu saya mendekati para pengunjung yang berhilir mudik sepanjang stand kuliner sambil saya menawarkan aneka menu  yang sudah dikemas rapi. Saya  bagaikan sales girl yang hendak ingin menawarkan prodak. Eits,,, hidup itu jangan malu yahh ...
 Tapi seru juga bisa jadi sales kuliner seafood... hohohoh... 

Dengan bahasa yang santun tak lupa pancaran mimik wajah yang manis dan juga penampilannya yang menarik sengaja saya aksikan guna menarik perhatian  para pengunjung untuk mencicipi menu yang tertera didalam daftar menu... sebagian dari pengunjung ada Yang hanya melintasi sambil memberikan senyuman dan mengatakan,, kami jalan-jalan keliling dulu nona, ada yang sempat melihat list menu... ada yang melintasi begitu saja tanpa ada rasa tertarik dengan menu yang saya tawarkan. Hehe mugkin mereka hanya sekedar cuci mata atau mugkin mereka sudah sempat makan di rumah... πŸ˜†

Tanpa sengaja saya menawarkan kepada salah satu lelaki paruh baya berkulit putih... tampaknya bapak ini pernah saya temui dan sudah tidak asing lagi entah pernah temui dimana yang pasti orang ini cukup populer dikalangan aparatur sipil negara lingkup  kabupaten Nagekeo. Wooowww. ... 
kebetulan melintasi stand kuliner kami... dengan wajah kebingungan tampaknya bapak ini sedang mencari seseorang, saya pun mencoba untuk menghampiri beliau...

Dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa tawaran kali ini akan menjadi makhnet pembukaan hoki untuk stand kami. Yuuuppzzz...

Hallo selamat malam pak, bisa dilihat dulu menu nya pak ... ada berbagai macam varian seafood. ...  yahh boleh tapi saya sedang mencari  istri saya,  sebentar saya akan kesini lagi. Kata beliau. Huuufffzzz baik bapak...
Tak lama kemudian beliau menghampiri stand kami bersama istrinya yang sempat dicari akhirnya mereka dipertemukan kembali... hehehe

Tanpa mempertimbangkan harga menu sepasang sejoli paruh baya itu secara to do point memesan menu andalan  udang saos Mentega. Saya pikir beliau akan doubt akan makanan laut ternyata tidak yahh ... asyiap lahh... hajar terus pak bu, nanti ada obat penangkalnya πŸ˜†

Satu persatu para pengunjung menghampiri stand kami... dan akhirnya saya sdikit kewalahan melayani. Tak apalah... rejeki nomplok yah harus tiresomeπŸ˜†.
Dibalik hiruk pikuk menerima pesanan, tak lupa saya kembali  duduk bercerita bersama bapak dan teman-teman laskar yang ternyata sudah duduk manis diantara sepasang sejoli paruh bayah itu. Ada ka fery, ka holis, om Jams dkk lain yang tidak saya sebutkan. Secara spontan beliau bercerita banyak tentang suatu perubahan yang diawali oleh pergerakan anak muda. Blaa....bla....bla.... saya pun tidak ingin kalah bercerita dari beliau tentang pengalaman yang pernah saya lakukan... Cerita berlanjut sayapun menyinggung tentang salah satu sosial media yang masih minim  pengguna yaitu blog.
 ternyata apa yang diceritakan oleh saya sangat disimak baik oleh sepasang sejoli paruh baya itu... saya seolah telah menemukan listener respon yang tepat wkwkwk ... kami bercerita seolah kami pernah bertemu sebelumnya. Tanpa disadari bahwa komunikasi kami telah dibangun lama melalui beberapa group sosial media WhatsApp. 

Singkat cerita dalam duduk bercerita kami kalah itu ...
Tulisan ini sudah lama sy buat, tapi yah kadang-kadang daku ini suka sibuk wara wiri sana sini alhasil tulisan yang telah dikeramat hampir beranak baru daku ingat memposting di blog ini ... hehehe

Sayangnya duduk bacerita kami malam itu tidak sempat diabadikan.... 😒

Senin, 09 Desember 2019

Ayo Melancong ke Ri'i Ta'a

Doc. Pribadi 

Buat sobat-sobat yang berada di sekitaran area Mbay kira-kira weekend mu kemana ne... pingin menjakan diri tapi bingung mau kemana, mau yang keyen ehh tapi harus menempuh perjalanan jauh. Mau cari tempat rileksasi yang hemat stamina energi plus ongkos perjalnan?

Ayooo ke Ri'i Ta'a....
Pesona pulau Ri'i Ta'a ini memang tidak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya. Keindahan pasir putih  dan biota laut nya cukup membuat kamu melongo...
Apalagi buat sobat yang suka snorkling and diving ri'i ta'a paling cocok dehh ...

Selain cocok untuk snorkling and diving di sekitaran pulau ini dikelilingi oleh terumbu-terumbu karang dengan berbagai varian.



Perjalnan menuju pulau ini hanya menggunakan perahu motor yang berkapasitas belasan orang. Menuju ke pulau ini sobat bisa melalui Desa Tonggurambang atau Marapokot. Tapi hemat saya sobat melalui desa Tonggurambang saja, karena pulau ini masuk dalam radius Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo. Tu kan masih dalam radius kota Mbay.





Ayoooo senangi weekend mu dengan melancong ke pulau Ri'i Ta'a.... 😊

Sabtu, 07 Desember 2019

CERITA PERSAMUHAN SURABAYA


Pembukaan Persamuhan Nasional Sby di Aula UPT. Pemberdayaan Lembaga Seni Pasuruan

Lagi lagi dan lagi... kesempatan kedua setelah mengikuti Persamuhan Nasional di Anyer kali ini alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Badan pembinaan Ideologi Pancasila mengikuti kegiatan Persamuhan Nasional bersama teman-teman Blogger dan  Ikatan Guru Sejarah Seindonesia kurang lebih 500 peserta yang berlangsung sejak 29 november  2019 di Sangri-La Hotel . Bangganya bukan kepayang lagi. Yuhuu.... Dari nginap di hotel marbela sampai kisah mistis nya seolah tak lekang dalam ingatan. Lalu merasakan megahnya Sangri-La Hotel. Duhh rasanya....Wis wis... beruntung benar aku ...


Paparan maeri oleh Walikota Surabaya

Persamuhan Nasional dalam laku lampah pancasila.
Aku terdiam sejenak, sambil menyimak penjelasan dari beberapa narasumber yang diundang sebagi pemateri .Kok , Persamuhan ini pancasila begitu gaung yah ... begitu banyak makna pancasila yang dipaparkan. Seingat ku  dulu waktu masih di bangku sekolah  aku hanya diajarkan oleh ibu guruku menghafal lima butir pancasila lalu ditambah lagu garuda pancasila yang menjadi lagu wajib sebelum masuk kelas.  Itu toh. Tapi pengaplikasian nya gimana kita benar" tidak tahu.  kami tak mengerti pancasila sesughnya itu apa... yang pernah aku lakukan ketika  saudara-saudaraku yang berumat nasrani melakukan  sembahyang natal aku dan teman-teman Perhimpunan Mahasiswa Islam melakukan penjagaan di depan pintu masuk gerbang gereja. Hampir tiap tahun kami melakukan hal yang sama begitu pun sebaliknya ketika umat muslim merayakan hari raya teman-teman dari Orang Muda Katolik (OMK) melakukan hal yang sama. Tapi itupun kami tidak tau bahwa apa yang telah kami lakukan adalah bagian dari nilai  pancasila. Yang kami tau itu merupakan  kerukunan  antara umat beragama yang sudah terjalin lama di tanah Flores Nusa Tenggara Timur .... Setelah di jelskan panjang lebar oleh beberapa pemateri oohhh ternyata pancasila itu adalah hal-hal yang bernilai positif dan baik. baik yang bagimana, yah seperti saling menghargai perbedaan, yang putih dan yang hitam, yang keritin dan yang lurus pokoknya pancasila adalah hal-hal yang bernilai baik. okeee.... ☺πŸ‘­πŸ‘­

Persamuhan Nasional yang berlangsung di Surabaya tentu tak lepas dari para pemimpin-pemimpin hebat. 
Ehh ada bu Risma

antusisme para guru
Saya cukup senang bisa berjumpa dengan sosok pemimpin yang menjadi inspirasi para pemimpin daerah lain. si wali kota yang terkenal dengan kebijakan nya yang tegas juga turut hadir diantara 500 peserta guru sejarah seindonesia. Berdesak-desakan tapi alhamdulillah sempat berjabat tangan dengan beliau meskipun lengan saya sempat di remas oleh salah satu pengawal pribadi bu Risma. Sedikit kesal sih kok tangan saya diremas kencang lagi. Tapi tak apalah, saya mencoba merefleksi ohh iya    waktu itu kan memang cukup banyak peserta yang berdesak-desakan bersalaman dengan beliau, Agar tidak terjadi desak-desakan maka bu Risma perlu pengawalan yang extra ketat  ditambah  kondisi bu Risma waktu itu baru pulih dari sakit. saya merasa bangga bisa berada diantara lima ratusan guru yang hadir dalam acara persamuhan pendidik Pancasila. dalam kegiatan ini guru tidak hanya di ajak untuk mendengarkan materi saja tetapi dapat berdiskusi dan saling tukar pikiran. lalu saya mengamati antusiasme para guru terlihat pada saat pemateri bu Risma dari aula sudut kiri, kanan, muka, belakang, mengacungkan tangan untuk memberikan pertanyaan. 
Kata-kata bu Risma yang paling  dingat dalam pemaparan materinya  adalah jangan pernah memaksa anak  belajar apa yang tidak disukai oleh mereka. Lalu  beliau mengatkan bahwa taman bukan hanya sekedar taman tetapi sebagai tempat rekreasi. Bisa bawa anak-anak sambil belajar. Tidak sedikit metode belajar di sekolah-sekolah yang masih menekankan anak-anak untuk mencapai target meskipun tidak sesuai apa yang mereka sukai. Duh semoga materi bu Risma dapat di terapkan oleh lima ratusan guru yang turut hadir dalam kegitatan ini.bu risma juga bilang bahwa nilai pancasila harus diterapkan sedini mugkin, kenapa kok sedini mugkin. yah kalau sudah ditanamkan dari usia unyu-unyu secara tidak langsung anak--anak memiliki rasa kecintaan terhadap negerinya sendiri. setuju bu,,, setuju..... ❤


                    lalu ini ne yang dibilang bu risma juga   '’Gak usah banyak" apa yg sudah didapatkan yah kerjakan''  Tri Rismaharini.

Rabu, 06 November 2019

PERSAMUHAN NASIONAL ANYER MENJADI CERITAKU



Aaahhh rasanya masih tak percaya….
Sebuah perjalanan jauh nan panjang dari suatu daerah menuju kota penuh bergengsi yahh boleh katakana metro politan. Jumat sore saya mulai berangkat dari mbay ibu kota kabupaten nagekeo menuju kota ende. Kenapa saya harus melalui ende karena di kabupaten yang  saya tinggal  belum memiliki bandara.sedihh yahh …  jikalau ingn bepergian maka harus melalui bandara ende ataupun bandara soa yang cukup realif mudah untuk dijjangkau. Namun dalamm perjalnan saya kali ini saya lebih memilih melalui bandara Aroebusman Ende sekaligus ingin melepas rindu dengan kota  penuh memori selama empat tahun mengenyam pendidkan perguruan tinggi di Universitas Flores Ende. Sore itu tepat pukul 18.15 hampir memasuki waktu malam saya tiba di kota ende menggunakan travel. Karena schedule penerbangan jam 8 pagi saya harus menginap di salah satu rumah sanak keluarga saya yang sudah sering saya singgahi  dari jaman kuliah. Bibi dan anak-anak nya menyambut kedatangan saya dengan seruan aksen Ende-Mbay‘’haaaaaaaaaaa kau dataaaaaaangggggggggg’’. Sambil mendorong masuk koper dan tas. Ahhhh tanpa berdialog panjang lebar saya lagsung menuju  kamar merebahkan tubuh yang cukup kelelahan akibat laju kendaraan sopir yang tak bisa diajak kompromi ‘’om pelan om’’…. Om supirnya seolah tak peduli menancapkan laju perjalananya.
Hati ini rasanya tak sabar lagi menyambut hari esok. Ohh benarkah besok diri ini akan ke jakarata? Tanya dalam hati sambil membayagkan perjalanan besok. Tidurku ibaratkan ayam yang baru saja kecebur air dikolam menahan kedinginan.  Suara lantunan ayat-ayat pendek mulai terdegar disekitar masjid terdekat. Bangunlaahhhh…. Mondar mandir sambil mengecek satu per-satu  barang yang akan  dibawakan yakin dan percaya tidak ada yang terlupakan oky ready  to gooooo………………. Jam baru menunjukan pukul 6 pagi lewat namun saya sudah berpakian rapi. Tak lupa saya sarapan dengan menu ala kadar yang sudah disiapkan oleh bibi.
Suara hilir mudik pesawat di langit kota ende sudah mulai terdengar, hati ini seolah tak sabar entah apa yang memicu hati ini untuk tidak bersabar. Jakarta i’m coming…. Jakarta i’m coming…. Kata itu seolah mengumam terus menerus dalam hati .
Satu jam sebelum keberangkatan saya mulai melakukan check in. Dapat kabar dari petugas bandara bahwa ada pengunduran jam terbang dari Kupang ke Jakarta. Waktu keberangkatan harusnya pukul 11.05 namun harus delay hingga pukul 3.05. Oky that’s fine. Mugkin ini suratan buatan  saya agar bisa berhilir mudik di sekitaran bandara.  
Kurang lebih 6 jam saya berada di bandara eltari kupang. Penundaan jam terbang tak membuat saya merasa bosan berada di ruang tungggu penumpang. Untuk megakali rasa jenuh saya mengalihkan dengan mengobrol dengan para penumpang sekitarnya.
informasi dari layar komputer atau apa itu, pesawat Lion Air dengan nomor sekian menuju Surabaya-Jakara telah mendarat, semua penumpang bergegas lari.... 

wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnggggggggggg, kreekkkk,kreekkkkkk................................
Dari ketinggian mulai nampak kemegahan kerlap-kerlip  langit kota jakarta. Pesona gemerlap malam kota ini seolah tak ingin berpaling. ooohhhhh my gooooooooooooooooodddd...... sambil melongo keluar jendela pesawat. Tepat pukul 18.30 sabtu 26 oktober tiba di bandara Soekarno Hatta. Ini bukan kesekian kalinya tiba di bandara soekarno hatta melainkan baru pertama kali. Yahh cukup excited tiba di bandara yang cukup bergengsi ini. Bermodalkan keberanian seorang diri menapakan jejak di ibu kota negara. Nasib baik anak soleha berkenalan dengan a’a asal tanggerang yang kebetulan satu seat saat penerbangan kupanj-jakarta. Secara sukarela a’a itu menawarkan untuk membawakan koper kepunyaan saya. Tak ada rasa curiga maupun khawatir dari tampang lelaki ini. Dengan penuh keyakinan saya mengikuti setiap arahan a’a yang saya lupa namanya. Tapi parasanya cukup terekam dalam benak hingga saat ini.


  • NGINAP DI HOTEL MARABELA ITU SERU BUKAN MENAKUTKAN.
    photo belongs to @mataharitimoer
Tepat tanggal 26 oktober pukul 12.30 malam tiba di marabela hotel. Para pantia  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Banten menyambut kedatangan kami  peserta kloter terakhir begitu ramah dan bersahaja meskipun  nampak raut kelehan dari wajah mereka. Waktu sudah hampir memasuki pagi,  para panitia  masih terlihat rapi terutama para gadis masih enak dipandang dengan polesan bedak dan lipstick yang cukup bertahan hinggga larut malam. Setelah mengecek nama dan pembagian kelompok, saya di arahkan oleh petugas hotel menuju kamar yang sudah disiapkan. Kata pantia BPIB bahwa peserta akan dibagikan dengan peserta dari provinsi lain. Wahh saya malah senang.
Awalnya saya cukup terkesima dengan interior isi hotel yang bernuansa nusantara. Cukup berbeda dengan hotel-hotel berkelas internasional yang pernah saya temukan. Ditambah nyayian music tradisional seolah  meyambut kedatangan kami dan para makhluk lainnya.π“€£☺ Eipsss…. Yang pasti bukan mahluk jadi-jadian.  Haahha tenang-tenang, ohh iya saya hamper lupa wasiat ibu saya bahwa jangan lupa untuk menyapa para penghuni di tempat yang baru kamu pijak dengan tradisi yang sudah diajarkan yaitu dengan  langsung menyentuh lantai dari pintu masuk hotel lalu disematkan di dahi kepala. tradisi ini sering saya lakukan ketika berada di tempat baru. Done…. tradisi itupun saya lakukan hingga pada pengantaran saya menuju kamar hotel. Disetiap sudut hotel yang saya lewati saya menyapa mereka. Sebetulnya tindakan tersebut sebagai wujud penghormatan kepada mereka-mereka yang telah menghuni  sejak puluhan tahun yang lalu…. Begitu yah mas dan mbak bro mungkin tradisi ini bisa diaplikasikan biar kamu tidak di hantui rasa takut… hehhe  santai –santai kamu tak perlu setegang itu yah …

HARI PERTAMA PEMBUKAAN PERSAMUHAN NASIONAL ANYER 2019
Peserta Persamuhan NTT setelah acara pembukaan persamuhan Nasional 2019

Emmm memasuki hari pertama pembukaan. Ula..lala…. Lagi-lagi saya terkesima pada pemandangan aula resto hotel yang telah padat dipenuhi peserta persamuhan. Masing-masing peserta dari penjuru nusantara mulai membaur satu sama lain, sayapun juga begitu.  Moment paling seru berada di ballroom secara spontanitas kami mulai berkenalan satu persatu…  acara persamuhan nasionl pembakti desa 2019 yang saya ikuti selama lima hari ini berbeda dengan kegiatan yang pernah saya ikuti. Ada kesan yang begitu berbeda ketika semua peserta kurang lebih 350 peserta berkumpul dalam suatu ruangan  entah apa, semuanya begitu asing tapi tak membuat saya inferior berada diantar mereka. Saya baru memahami kata persamuhan setelah ibu iren sinaga selaku direktur bpib dalam sambutannya di aula ballroom. Ooooooooohhhh pancasilaaa…….. (gumam saya dalam hati) bgini toh makna pancasila yang sesungguhnya, saying sekali wawasan saya mengenai pancasila yahh panca yang terdiri dari lima sila itu Ternyata pancasila itu tidak hanya persoalan intoleransi semata namun saling bergotong-royong, bertukar ide dan diskusi sudah merupakan bagian dari pancasila sesuai dengan sila ke-tiga yaitu persatuan Indonesia. Bicara persamuhan sepertinya tiada habis-habisnya
PERSAMUHAN NASIONAL BIKIN KITA JADI SAUDARA
Mbak Ana samping kiri Tengah (Febri)

Dalam perjumpaan persamuhan ada juga sosok mbak yang sangat luar biasah. … mbak  nina namanya  yang sudah saya anggap  seperti ibu angkat saya, mbak yang selalu membangunkan saya disetiap paginya.  Mbak yang selalu care jikalau saya mulai meringik mbak aku pusing mbak, aku sakit ini mbak, gimana yah mbak…. Lalu ketika bangun pagi sudah ada secangkir teh disamping tempat tidurku. Hemmm mbak nina jadi buatku rindu tak terobati dengan sosok kebaikanmu.




Lalu ada sensasi yang berbeda ketika mengenakan kain tradisional suku badui tepat di hari sumpah pemuda tanggal 28 oktober. Ahuuiii pecah teloor, entah itu jargon untuk apa, teman sekamarku mbak maida, febri dan mbak nina yang notabene dari jawa timur selalu menyebut kata itu… dihari kedua tepat di hari sumpah pemuda sebagian pesera  mengenakan kain tradisonal suku badui termasuk saya dan beberapa teman lainnya.  Melengang lenggok bagaikan gadis badui dengan balutan kain merah merona bebas melenggak lenggok di pelataran pantai marabela hotel. Seluruh peserta dari sabang sampai marouke yang turut hadir dalam acara persamuhan bersama-sama mengikrarkan janji sumpah pemuda. Semakin terasa nilai pancasila saat peserta persamuhan diajak menari goyang gemufamire. Lagu asal flores Ma’umere ini berhasil membuat seluruh peserta baik wartawan media yang sedang meliput kegiatan persamuhan ikut menari bersama. Dalam hati. Wahhh ternyata NTT semakin dikenal, NTT tidak lagi dengan image oh tuhan Tolong. melalui karya-karya putra/putri daerah NTT semakin dikenal. Bangga sayaaa sambil menari ria….
Ronald Reigan duta perdamian dunia dari Maluku

Tak sengaja juga saya berjumpa dengan lelaki asal maluku. Ronald reigan mantan tentara anak maluku yang kini telah menjadi agen duta perdamian dunia. Sayangnya kami tak berjodoh untuk bersua lebih lama mengenai kisah 20 tahun konflik maluku. Bahagianya diriku bisa berjumpa dengannya.


Kebahagiaan selama persamuhan sepertinya tak sanggup diutarakan ketika saya berjumpa lagi dengan para expert blogger dari berbagai daerah Inddonesia di balik ballroom. Keunikan dan keanehan saya temukan ketika kami bersma-sama berselesehan di balik ballroom bersama ibu Iren Sinaga. Ada Mas Emte blogger asal Jakarta yang selalu mengundang tawa dengan tingkah kocaknya, lalu ada Mas Yudi blogger asal Aceh yang selalu memikat pandangan bu Iren Sinaga biar dapat perhatian khusus. Cihuuuiiiii…. Ada nahum eh hanum  vloger asal jakrata yang amat sangat cemen dengan rumor mistisnya marabela hotel. Penasaran sisi mistis Marabela hotel bisa ditonton review melalui link vlog ini…https://youtu.be/y-qVVEN7NWs




Ahhhhh persamuhan….. kau begitu berkesan. Kau membuatku mengerti arti persatuan, kau membuatku mengerti arti gotong-royong, kau membuatku mengerti arti dari perbedaan.
Sebetulnya masih banyak cerita-cerita yang dilewatkan selama persamuhan tetapi ini dulu yahhh….
Salam pancasila.. salam Indonesia damai.


Marcusuar Km 0 dalam kemeriahan Festival Bedug




Selalu ada cerita disetiap kunjungan Encim Tuteh di Mbay

  Sebenernya saya bingung mau menulis apa yahh tentang roadshow unflor yang diadakan di kota kelahiran ku kota Mbay.  Ketika karib Bl...